Sunday, March 11, 2012

Pentingkah sebuah JANJI?

Penting tidak sih sebuah janji itu?
Kok akhir-akhir ini saya merasa tidak penting sama sekali yang namanya sebuah janji !!

Saya merasa tidak pentingnya sebuah janji itu setelah saya liat dan saya rasakan sendiri..
Banyak orang di Negara kita ini yang sering mengucap janji “IKRAR” tetapi itu hanyalah sebuah janji, Janji Palsu..
Ya, mungkin tidak semua orang juga mempunyai sifat janji palsu, tetapi. Yang sering saya liat itu memang seperti itu adanya..
Contoh-nya ya mungkin SAYA Sendiri !!! kenapa?

Iya, karma saya sendiri sering banget mengucap kata JANJI, bahkan mungkin lebih sering mengucapkan janji ke pacar saya :D

            Saya sering mengucap janji sama pacar saya, tetapi lebih seringnya saya sendiri yang mengingkari/ tidak menepati apa yang saya janjikan itu.
Entah karena sengaja atau kebetulan saja, tetapi emang itu lah yang menjadi kenyataannya pad diri saya, sampai akhirnya saya sadar untuk apa janji itu terus-terusan saya ucapkan? Toh saya sendiri yang lebih sering mengingkari apa yang saya janjikan..
Dengan saya berpikir seperti itu, jadi saya merasa tidak perlu lagi mengucap JANJI, tetapi lebih baik langsung memberi bukti tanpa memberi ucapan janji terlebih dahulu J
Mungkin dengan saya bertindak seperti itu juga seseorang akan lebih senang, bisa jadi mungkin dia merasa kalau itu sebuah surprise, karena kita tidak memberi tahu terlebih dahulu apa yang bakal kita berikan atau memberi apa yang dia pinta dari kita J

Bukan tidak mungkin dengan saya menulis catatan di atas, pasti pembaca berpikir, kalau itu kan hanya karena sifat saya saja?
Yups, saya merasa, makanya saya juga menulis seperti itu J                     

Tapi. Apa benar itu hanya ada pada diri saya saja?

Saya rasa tidak !!
Tapi saya juga bukan bermaksud mengikuti orang lain mempunyai sifat seperti itu, tetapi. Saya sendiri sangat tidak mau mempunyai sifat seperti itu, karena saya rasa itu adalah sifat tercela !!

“Sekarang kita lihat sendiri, toh banyak pemimpin-pemimpin perusahaan, pemimpin-pemimpin Negara bahkan, yang banyak hanya mengucapkan JANJI, disaat Pilkada, banyak yang mengucap akan ini, akan itu kalau nanti terpilih..
(Kalau terpilh? Berarti itu  gak beda jauh dengan menyogok bukan, tapi itu wajar, karena itu adalah sebuah Politik :D
Tapi apa? Banyak kok yang disaat mereka terpilih jadi pemimpin perusahaan,. Tapi dia lepas begitu saja dengan apa yang dia ucapkan sebelum dia terpilih J
Tetapi tidak semua seperti itu juga, karena banyak calon-calon pemimpin yang memang mereka bener-bener ingin menjadi seorang pemimpin. Tetapi setelah dia terpilih juga ada yang menjadi benar-benar menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab.. !!!
Mungkin itu juga patut di contoh,..

Kesimpulan apa yang saya tulis ini..
Berhati-hatilah mengucap janji dibibir, lebih baik janji di dalam hati dan pada diri sendiri saja !!!
Saya yakin, dengan kita JANJI di dalam hati, berarti apa yang kita janjikan itu benar-benar tulus dan mungkin juga kita bisa nepatin, di banding dengan kita mengucap janji dibibir langsung di depan orang yang bakal kita janjiin, karena itu hanya akan membuat orang itu sakit hati kalau nanti kita tidak bisa nepatinnya, dan mungkin hanya akan membuat seseorang yang kita JANJIKAN menunggu dengan penuh harapan,..

Saya menulis seperti ini bukan berarti saya sudah bisa seperti itu, tetapi ini hanya sebuah motivasi buat diri saya sendiri dan renungan dengan apa yang telah saya perbuat selama ini..
Silahkan ambil sisi positive nya  J

0 komentar:

Post a Comment