Di pagi hari ketika saya selesai membaca buku yang saya miliki, sebenernya buku ini sudah cukup lama, tetapi berhubung buku - buku yang saya miliki masih sangat minim, jadi terkadang saya membacanya berulang-ulang, dan untuk buku ini sendiri saya baca untuk yang ke 4 kali nya -_-"
Mungkin bagi sobat sobat yang sudah mempunyai buku tersebut pasti lah pernah nemu tulisan ini :)
Semoga bermanfaat..
Saya mendapatkan sajaknya dari salah satu buku Favorit saya:
The 7 HABITS of Highly Effective TEENS (7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif) karya Sean Covey.
The 7 HABITS of Highly Effective TEENS (7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif) karya Sean Covey.
Saya kasih bentuk buku-nya, maaf berhubung Hp yang saya miliki kamera nya tidak terlalu jelas kalau di pake untuk ngambil foto, jadi saya urungkan niatnya dan dengan berat hati ngambil dari google saja :)
The 7 Habits of Highly Effective Teens - Sean Covey
Ada sedikit kalimat yang saya ubah agar bisa terbaca lebih universal. Semoga tidak terlalu mengubah makna yang sebenarnya.
Dingin Dalam Hati
Enam manusia terperangkap dalam suatu kebetulan, dalam udara dingin yang menusuk, masing-masing memiliki sepotong kayu, atau begitulah katanya.
Api ungunnya perlu diberikan kayu lagi, orang yang pertama mengeraskan hatinya, karena diantara wajah-wajah yang mengelilingi api itu, ia lihat satu orang berkulit hitam.
Orang berikutnya melihat seseorang yang bukan dari satu kepercayaan dengannya, dan tidak rela memberikan kayunya.
Yang ketiga duduk dengan pakaian compang-camping, ia tutup jaketnya rapat-rapat, kenapa ia harus mengorbankan kayunya demi menghangatkan orang kaya?
Yang kaya duduk diam membayangkan kekayaan yang dimilikinya, dan bagaimana caranya mempertahankan miliknya dari orang miskin pemalas itu.
Wajah orang berkulit hitam itu mencerminkan hasrat menuntut balas sementara apinya mati, karena yang ia lihat pada kayunya adalah peluang untuk menuntut balas terhadap orang berkulit putih.
Orang terakhir dalam kelompok yang malang ini tidak mau berbuat apa-apa kecuali ada untungnya, memberi hanya kepada mereka yang memberi lebih dahulu, adalah prinsipnya.
Kayu-kayu mereka, yang mereka pegang erat-erat dalam tangan kaku mereka, membuktikan dosa manusia, mereka mati akibat udara dingin di luar -- mereka mati karena dingin dalam hati.
Mungkin bagi sobat sobat yang sudah mempunyai buku tersebut pasti lah pernah nemu tulisan ini :)
Semoga bermanfaat..

0 komentar:
Post a Comment