Wednesday, March 14, 2012

Minimkah Keadilan Negeri Ini?

Artikel ini saya tulis beberapa jam setelah saya mengalami kejadian yang tidak terduga sebelumnya.
Saya juga akan menuliskan kronologis ini secara lengkap..

Kronologis :
       "Tepat jam 11 pagi, disaat saya sedang duduk manis sambil mengerjakan pekerjaan saya, saya juga tidak begitu konsen, karena tepat di luar kaca di samping luar, ada 1 orang anak yang menurut saya gerak geriknya mencurigakan, tetapi saya juga tidak bisa langsung menaruh curiga begitu saja, saya hanya


bisa terus mengawasinya dari dalam !!

Ya, ternyata kecurigaan saya itu memang tidak salah, tiba - tiba si anak itu (17) mengambil sepeda salah satu client yang sedang bermain di warnet saya, saya tidak tau tadinya kalau itu memang bukan sepeda punya dia, tetapi pas saya tanya ke salah satu anak yang sedang bermain itu sepeda miliknya..
disitu saya cuma bisa menyuruh anak itu mengejarnya, tetapi tanpa pikir panjang lagi saya segera menyalakan kendaraan motor matic dan bergegas mengejar juga..
sempat kebingungan juga, karena jalanan ramai, dan di depan ada sebuah perempatan, bingung antara harus milih lurus, belok kiri, atau belok kanan, tetapi dengan reflek nya saya ngambil ke arah kanan begitu saja, tidak jauh dari situ, -+ 200 M saya melihat anak itu, setelah saya dekati dan tepat saya berada di belakang dia, dengan jalanan cukup macet, saya juga gak berani teriak kalau dia maling, saya cuma berniat menarik baju dia dari belakang, tetapi gagal, yang ada saya hampir jatuh terpeleset dan saya juga cukup kaget karena saya hampir saja tertabrak mobil zip disitu..
mungkin karena saya juga lagi sedikit emosi, makanya saya tidak memikirkan lagi keselamatan saya, saya langsung maju lagi ke depan dan sekitar 30 meter dari situ akhirnya berdampingan, tanpa pikir panjang saya menyuruhnya untuk berhenti, tetapi dia tidak mau.. tanpa pikir panjang lagi saya langsung sedikit minggir dan menendangan dia ke samping, otomatis dia juga jatuh dan tangan saya reflek untuk memukul ke arah muka, hampir mengenai mata.

Yap disini lah awal kebingungan saya,
setelah itu tiba - tiba saya di kerubutin warga dan hampir malah saya yang di pukulin warga, tetapi walalupun saya panik dan emosi, saya harus tetap bisa menjelaskan semuanya kepada warga disitu. dan setelah saya jelaskan semuanya barulah warga tau yang mana benar dan mana yang salah..
tetapi sebelum warga mengetahui permasalahannya ada yang bilang kalau 2 orang yang ada disitu adalah polisi. tetapi kenapa tsetelah tau alasannya tidak ada yang menandakan kalau mereka itu adalah polisi, dan 1 orang lagi wartawan, kalau itu kemungkinan memang benar, karena saya juga liat bawa kamera dan pake kartu tanda anggota.

Pertanyaan saya :
Kenapa warga negeri ini begitu gampangnya terprovokasi tanpa mau mengeahui dulu sebab dan asalan seseorang?
Kenapa seorang pengadil hukum susah banget untuk bisa menegakan keadilannya?

Pesan :
Jangan pernah merasa takut menghadapi hal - hal yang tidak kita duga sebelumnya, hadapi dengan tenang !!

NB : Disini saya tidak bermaksud menyinggung pihak - pihak ketiga yang ada dalam artikel ini..

0 komentar:

Post a Comment